DAFTAR SEKARANG

7 Cara Mendidik Anak Menurut Islam, Ajarkan Ketauhidan

7 Cara Mendidik Anak Menurut Islam, Ajarkan Ketauhidan

Daftar Isi

Cara mendidik anak menurut Islam wajib dipahami oleh setiap orang tua. Pendidikan yang baik membuat anak-anak tumbuh menjadi pribadi sholeh dan sholehah.

Memberikan pendidikan yang layak kepada buah hati menjadi tanggung jawab para orang tua. Mulai dari pendidikan ketika usia belia hingga dewasa.

Cara Mendidik Anak Menurut Islam
pexels.com

Cara Mendidik Anak Menurut Islam yang Wajib Dipahami

Ada beberapa cara yang bisa kita terapkan. Berikut ini ulasan selengkapnya.

1. Memberikan Anak Nama yang Baik

Orang tua memiliki tanggung jawab untuk memberikan nama yang baik bagi anak-anak mereka. Nama bukan hanya identitas, tetapi juga merupakan doa dan harapan untuk anak.

Dalam sebuah hadits, Nabi Muhammad SAW pernah mengganti nama Hazan yang berarti “kesedihan” menjadi Sahal yang berarti “kemudahan”. Nabi juga menekankan pentingnya nama dalam sebuah hadits yang mengajarkan bahwa kita akan dipanggil dengan nama-nama kita pada hari kiamat.

2. Mengenalkan dan Mengajarkan Dasar-Dasar Agama Islam

Mengajarkan dasar-dasar agama Islam kepada anak adalah tanggung jawab penting bagi setiap orang tua. Hal ini adalah cara untuk memupuk iman dalam diri anak, sehingga membantu mereka menjadi individu yang memegang teguh nilai-nilai Islam dalam kehidupan.

Kitab Al-Amali yang diajarkan oleh Imam Al-Baqir dan Imam ash Shadiq memberikan panduan berharga tentang tahap awal dalam mengenalkan Allah SWT kepada anak. Pada usia 3 tahun, anak diajarkan kalimat Tauhid, “Laila Ha Illallah,” sebanyak 7 kali. Kemudian, ketika anak mencapai usia 3 tahun 7 bulan, mereka diajarkan kalimat “Muhammadar Rasulullah.”

3. Mengajarkan Ketauhidan

Cara mendidik anak menurut Islam selanjutnya yakni mengajarkan ketauhidan. Tauhid adalah prinsip dasar keesaan Allah dalam Islam.

Mendidik anak tentang tauhid sejak usia dini berperan untuk membangun dasar iman yang kuat. Orang tua memiliki peran sentral dalam menyampaikan konsep ini.

Anak-anak dapat kita ajari bahwa Allah adalah satu-satunya Tuhan dan tidak boleh disekutukan dengan yang lain. Ajarkan mereka kalimat syahadat sebagai dasar iman, kenalkan Rasul Allah, dan berbicaralah tentang konsekuensi dari menyekutukan Allah.

Pengajaran ini membantu anak memahami esensi iman Islam dan menanamkan nilai-nilai tauhid secara mendalam. Dengan dasar keimanan yang kuat, mereka dapat tumbuh menjadi individu yang memahami dan mengamalkan konsep tauhid dalam kehidupan sehari-hari.

4. Mengajak dan Mengajarkan Anak untuk Menunaikan Sholat

Salah satu aspek penting dalam cara mendidik anak menurut Islam adalah mengajarkan mereka tentang sholat. Penting untuk memulai pembelajaran ini sejak dini.

Kita dapat mengenalkan sholat kepada anak-anak, meskipun awalnya mungkin tidak selalu dilakukan dengan sempurna. Ketika anak sudah mengerti arah kanan dan kiri, kita dapat mengajarinya tentang arah kiblat.

Selanjutnya, mulailah membimbing mereka dalam sholat dan mengajarkan berwudhu dengan cara yang baik dan tidak membingungkan. Saat anak mencapai usia 7 tahun, kita dapat mengajak mereka untuk melaksanakan salat secara serius.

5. Mengajarkan Anak Tentang Puasa

Mendidik anak-anak tentang puasa adalah tanggung jawab penting bagi orang tua. Cara mendidik anak menurut Islam untuk penjelasan awal bisa dimulai dengan pengertian puasa, yaitu ibadah yang mengharuskan kita untuk menahan haus, lapar, dan nafsu dari terbit hingga terbenamnya matahari.

Proses pengajaran puasa biasanya dimulai saat anak berusia sekitar 6 tahun. Anak dapat memulai latihan puasa setengah hari, yaitu berpuasa hingga adzan dzuhur, kemudian berbuka, dan melanjutkan hingga adzan maghrib.

Metode ini umum di Indonesia dan membantu anak memahami konsep puasa dengan baik. Melalui latihan, mereka akan terbiasa dan lebih siap menjalani puasa penuh selama bulan Ramadhan.

Selain itu, jelaskan pada anak mengenai keutamaan puasa dan dalilnya. Informasikan manfaat puasa dalam Islam dan dari segi kesehatan. Dengan pendekatan yang baik, anak dapat lebih memahami makna dan pentingnya puasa dalam kehidupan mereka.

6. Memperdengarkan Al Quran

Cara mendidik anak menurut Islam yang tak kalah penting yakni memperkenalkan Al Quran sejak dini, bukan hanya setelah mereka baligh atau bisa membaca dan menulis. Mulailah ketika mereka masih dalam kandungan.

Orang tua dapat secara rutin membaca ayat-ayat Al Quran. Selain membuat anak terbiasa dengan firman Allah SWT, hal ini juga dapat memberikan ketenangan dan berkat.

Janin dan bayi dianggap makhluk suci, sehingga mereka dapat menerima pengaruh positif dari lantunan ayat-ayat Al Quran. Selain itu, cara ini bisa membantu mereka menjadi penghafal Al Quran yang baik ketika dewasa.

7. Mengajarkan Adab Islami

Salah satu anjuran dan cara mendidik anak menurut Islam yakni mengajarkan adab yang baik. Adab mencakup tata krama dan perilaku yang benar, entah terhadap sesama manusia maupun dalam aktivitas sehari-hari.

Berikut beberapa contoh adab yang dapat diajarkan, minum dengan duduk, bukan berdiri, makan dan minum dengan tangan kanan hingga mengucapkan doa sebelum dan setelah makan atau minum.

Itulah tadi beberapa cara mendidik anak menurut Islam yang bisa kita terapkan. Sebagai orang tua yang bijak, jangan pernah lupa memberikan contoh dan menjadi teladan bagi anak-anak.

+ artikel

K.H Afifuddien Rohaly, Lc., S.H., M.M. adalah seorang cendekiawan Islam yang memiliki pendidikan formal dan non-formal yang luas serta pengalaman kerja yang beragam di berbagai bidang, termasuk pendidikan, keagamaan, dan manajemen. Beliau juga memiliki sertifikasi dalam berbagai bidang seperti kaligrafi, manajemen, dan sumber daya manusia. Dengan latar belakang yang kaya ini, K.H Afifuddien Rohaly berkontribusi dalam pengembangan pendidikan dan dakwah Islam di berbagai negara, menjadikannya figur yang dihormati dalam komunitas Islam internasional.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Dibuka Pendaftaran Santri Baru 2023-2024