DAFTAR SEKARANG

Bagaimana Pandangan Self Reward Menurut Islam

Self Reward Menurut Islam

Daftar Isi

Self reward menurut Islam diperbolehkan atau tidak? Semakin marak tentang adanya istilah tersebut justru semakin banyak orang yang melakukannya. Padahal mereka belum tahu apakah dalam Islam itu diperbolehkan atau tidaknya. Hal ini karena Islam memperbolehkan suatu tindakan jika membawa faedah dan minim mudharat.

Beberapa orang mungkin sudah sangat familiar dengan istilah self reward. Istilah self reward sendiri bisa diartikan sebagai penghargaan untuk diri sendiri.

Dalam Islam sendiri mengajarkan untuk mengutamakan diri sendiri yang bahkan termasuk suatu keharusan. Di samping itu, ada larangan untuk tidak bertindak zalim terhadap diri sendiri.

Di sebagian orang, mengutamakan diri sendiri bisa berwujud self reward yang memang harus dilakukan di dalam waktu tertentu. Namun tahukah Anda bagaimana pandangan Islam tentang hal tersebut? Sebab meski merupakan reformasi positif yang ada dalam diri manusia, masih saja ada yang salah mengartikan hingga lupa diri. Jadi, mari kita membahasnya secara saksama.

Self Reward Menurut Islam
islamicity.org

Pandangan Self Reward Menurut Islam

Islam sendiri menyatakan bahwa memberikan hadiah untuk diri sendiri merupakan suatu hal yang memang diperbolehkan. Tetapi dalam menanggapi self reward menurut Islam ini, Allah SWT berfirman yang terdapat dalam Al-Quran surat Al-Maidah ayat 77.

Penggalan Ayat tersebut menjelaskan bahwa kita tidak boleh berlebih-lebihan atau melampaui batas dengan cara yang tidak benar. Tidak hanya itu saja, dalam Al-Quran surat Al-Maidah tersebut juga berisi larangan untuk kita tidak boleh mengikuti hawa nafsu atau meniru orang-orang terdahulu yang banyak menyesatkan banyak manusia.

Lantas, apakah boleh memberikan penghargaan kepada diri sendiri asal tidak berlebihan? Jawabannya tentu tergantung pada penghargaan yang kita berikan kepada diri sendiri itu lebih mendekatkan kita kepada Allah atau menjauhkan.

Melakukan Ibadah Sunnah

Seperti yang sudah kita ketahui, dunia ini merupakan sebuah tempat yang sementara. Dengan demikian itu artinya Self reward menurut Islam memang diperbolehkan asal tidak berlebihan dan semakin mendekatkan kita kepada Allah SWT.

Memberi hadiah untuk diri sendiri mempunyai banyak cara. Contohnya, Anda memberikan hadiah kepada diri sendiri dengan pergi Umroh, Haji, dan yang lainnya. Umrah termasuk ibadah yang dianjurkan serta mempunyai pahala yang besar.

Dengan begitu berarti Islam memperbolehkan memberikan penghargaan kepada diri sendiri. Dengan tanda kutip, tidak berlebih-lebihan dan tidak menjauhkan kita dari Allah SWT ataupun menyesatkan.

Bersyukur

Self reward menurut Islam tersebut juga bisa diwujudkan dengan rasa syukur. Sebagai manusia sudah sepantasnya kita memperbanyak rasa syukur terhadap apa yang sudah kita lakukan sejauh ini.

Rasa syukur itu juga bisa diartikan sebagai rasa terima kasih kita kepada diri sendiri atas nikmat yang sudah Allah berikan. Yakni seperti nikmat sehat dan waktu luang. Karena tanpa adanya dua kenikmatan tersebut kita tidak bisa mencapai pada puncak kesuksesan. Sehingga kita merasa bahwa diri kita berhak untuk mendapatkan penghargaan.

Muhasabah Diri

Di sisi lain, self reward menurut Islam juga bisa berwujud muhasabah diri. Muhasabah diri itu diartikan sebagai upaya untuk memperbaiki diri supaya lebih baik dari sebelumnya. Jangan pernah berusaha memperbaiki untuk lebih baik dari orang lain.

Sebab, sebaik-baik dari kita mesti lebih baik orang lain. Sedang seburuk-buruk orang lain mesti kita lebih buruk. Jadi, berusahalah untuk menjadi pribadi yang lebih baik dari sebelumnya. Terus tingkatkan kualitas hidup dan melakukan amar ma’ruf nahi munkar.

Perlu Anda ketahui bahwa muhasabah diri itu juga bisa memberikan kenyamanan dalam diri serta membuat hati menjadi lebih tenang. Penghargaan untuk diri sendiri itu tidak melulu harus berupa barang atau pergi jauh.

Justru akan lebih baik jika self reward tersebut semakin meningkatkan diri kita kepada Allah SWT. Untuk muhasabah diri ini juga merupakan salah satu contoh penghargaan yang sangat mudah Anda lakukan. Modal yang dibutuhkan adalah konsistensi kepada diri sendiri.

Semua Ada Balasannya

Ingatlah bahwa segala hal yang kita lakukan di dunia ini nantinya kita juga akan mendapatkan balasan ketika di akhirat. Kebaikan seberat biji zarah pun kita akan mendapatkan balasan. Sedangkan kejahatan sebesar biji Zarah pun kelak kita juga mendapatkan ganjaran.

Maka, terkait dengan self reward menurut Islam itu boleh. Tetapi tidak diperbolehkan untuk memberikan penghargaan yang bisa membinasakan diri kita sendiri.

Marilah menjadi seorang muslim yang tidak pernah lupa untuk selalu bersyukur dengan dua kenikmatan yang sudah Allah berikan. Tidak harus materi, sebab nyatanya sehat dan waktu luang tidak bisa dibeli dengan uang.

Gunakan dua kenikmatan tersebut untuk kita menjadi seorang pribadi yang lebih baik dari sebelumnya dan selalu mendekatkan diri kita kepada Allah. Berusaha untuk melakukan amar ma’ruf nahi munkar.

Jadi, self reward menurut Islam itu diperbolehkan. Asalkan tidak berlebihan dan tidak menjerumuskan kita terhadap hal-hal yang memang dilarang dalam ajaran agama Islam. Ingat semua juga akan mendapatkan balasannya di akhirat kelak.

+ artikel

K.H Fitri Priyanto, Lc., M.M., adalah seorang pendidik dan penceramah Islam yang berpengalaman dengan latar belakang pendidikan dari Indonesia dan Yaman. Dia telah menjadi pemateri di berbagai stasiun radio, pengajar di perguruan tinggi Islam, serta terlibat dalam kegiatan dakwah dan kemanusiaan. Sebagai pengasuh Ponpes Al Muyassar Boarding School, ia mendedikasikan dirinya untuk mendidik generasi muda dalam ajaran Islam. Fitri Priyanto juga memiliki pengalaman dalam pengelolaan yayasan dan lembaga pendidikan Islam.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Dibuka Pendaftaran Santri Baru 2023-2024